TRIBUNNEWS.COM, LUMAJANG – Bendera start pada etape sejauh 16 km di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, tepatnya di area Stadion Semeru, Minggu (23/9/2018) dikibaskan oleh staf ahli bidang ekonomi kreatif Kemenpora, Jonni Mardizal.

Para peserta tampak berdesakan sebelum melintasi area pedesaan, persawahan, perkotaan, serta menemui tanjakan yang melintasi Sungai Babakan dan kembali ke Stadion Semeru.

“Antusiasme masyarakat Lumajang sangat tinggi. Mereka tampaknya memahami filosofi sepeda yakni belajar sepeda kita pernah jatuh, lalu bangkit lagi. Sepeda mengajarkan keseimbangan hidup dan bergerak. Sepeda juga alat transportasi yang paling murah meriah. Terpenting lagi, bersepeda melatih kita untuk hidup sehat. Progam ini hanya sebagai triger, selanjutnya silakan daerah mengembangkannya,” ungkap Jonni Mardizal.

Sementara itu, Plt Kadispora Kabupaten Lumajang, Agus Budianto mengatakan jumlah peserta kali ini meningkat lebih dari empat kali lipat dibanding sebelumnya yang hanya diikuti sekitar 2500 peserta.

Berarti, kata Agus Budianto, masyarakat Lumajang sangat senang dengan progam Ayo Olahraga yang digagas Kemenpora. Dia tak luput mengucapkan terima kasih kepada Menpora Imam Nahrawi yang telah memberi kepercayaan kepada Lumajang untuk kali keduanya sebagai penyelenggara Sepeda Nusantara.

“Kami sangat bangga dipercaya. Ini kali kedua. Masayarakat sangat antusias. Bukti masyarakat Lumajang ingin hidup sehat. Sekitar 10.000 yang ikut bergowes dan melakukan senam “Ayo Olahraga” sebanyak 15 ribu,” kata Agus Budianto.

Disisi lain, Buntaran Supriyono pria paruh baya itu begitu ceria. Dia tampak lebih muda dari usianya yang sudah 63 tahun. di mana tak mau kalah dalam urusan kesehatan dengan anak generasi milenial.

“Tiap hari saya bersepeda sejauh 15 km,” kata Buntaran, mantan wakil Bupati Lumajang, Jawa Timur, yang ikut bergowes Sepeda Nusantara Etape Harmoni Lumajang.

Buntaran yang pensiun Agustus lalu, bergabung dengan klub gowes MBC (Mbolang Cycling Club). Dia mengaku bersama klubnya senang bisa berbaur dengan masyarakat pecinta sepeda.

“Komunitas sepeda di Lumajang meningkat pesat. Saat ini ada lebih dari 70 komunitas. Hampir di tiap kecamatan dan desa memiliki klub sepeda,” ujar Buntaran yang tiap hari buka prakter dokter umum.

Di sudut Stadion Semeru lainnya berbagai kelompok sepeda sibuk mencari tempat parkir. Maklum, tak kurang dari 10000 orang ikut Sepeda Nusantara hajatan yang digelar oleh Dispora Lumajang dan Kementrian Pemuda Olahraga pimpinan Imam Nahrawi ini.

“Kami datang dari Bonsari sekitar 7km dari sini. Kami tak mau melewatkan kegiatan ini,” ujar Subed Cahyono dari klub sepeda Bontel (Bonsari Ontel) desa Yosowilangun, Lumajang.

Dikatakan ada 0 orang dari klub Bontel yang ikut berpartisipasi. Mereka mengaku sudah mengikuti berbagai event gowes di Jawa Timur seperti di Malang, Blitar, Surabaya, Pasuruan bahkan Bali sekalipun.

“Bukan hadiah yang kami cari, tapi kesehatan dan pertemanan. Sesuai dengan moto pecinta sepeda ontel: satu sepeda sejuta saudara,” tuturnya.



Source link