Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf menuturkan bahwa peran DPR dalam upaya perdamaian dunia terus dilakukan, salah satunya melalui kerjasama antar negara melalui terselenggaranya forum-forum internasional seperti MIKTA yang berlangsung 15-17 September 2018.

Melalui MIKTA ini, Indonesia turut terlibat menjadi ketua sekaligus tuan rumah dalam sidang yang berlangsung selama 3 hari tersebut.

Beberapa isu terkait ekonomi kreatif, penanggulangan terorisme, kesetaraan gender, dan kerjasama maritim menjadi konsen dalam sidang tersebut.

Ketua BKSAP Nurhayati Ali Assegaf menjelaskan bahwa peran Indonesia dalam mewujudkan keamanan dan perdamaian dunia semakin terbuka karena Indonesia telah terpilih kembali menjadi anggota tidak tetap dewan keamanan PBB. 

“Alhamdulilah terpilihnya indonesia duduk sebagai anggota tidak tetap dewan keamanan PBB ini akan kita maksimalkan khususnya dalam rangka mewujudkan peace dan security di dunia,  jadi supaya Indonesia bisa mewujudkan cita-cita bangsa ini yang termaktub di dalam pembukaan UU, bahwa tidak ada lagi negara yang terjajah supaya bisa merdeka,” ujar Nurhayati Ali Assegaf, Minggu, (16/09/2018) disela-sela pertemuan ke-4 Parlemen MIKTA di Istana Tampak Siring, Bali.

Politisi Partai Demokrat ini menegaskan bahwa BKSAP ingin mewujudkan perdamaian dunia dan tidak ada lagi negara yang tidak mendapatkan haknya. 

“Saya tegaskan bahwa tidak ada lagi negara yang tidak mendapatkan haknya, ataupun yang tertinggal, sebagainya cita-cita Indonesia yang tertuang pembukaan UUD 1945,” ungkap Nurhayati.

Tujuan dan cita cita bernegara itu dituangkan kembali dalam sidang MIKTA yang berlangsung di Bali tersebut. Diharapkan soliditas antar negara anggota MIKTA pun semakin kuat dalam mewujudkan perdamaian dunia.

“Forum MIKTA ini adalah konsultatif dari pimpinan parlemen lima negara,  dimana Indonwsia sebagai pimpinannya, kita menekankan bagaimana menciptakan peace and security untuk kesejahteraan masyarakat di region kita. Ini bagus bagi setiap parlemen untuk berbicara apa yang sudah dilakukan oleh masing-masing negara dan apa hendak dilakukan,” ungkap Nurhayati.

Diketahui, sidang MIKTA ke-4 di Bali ini mengusung tema Creating Peace dan Prosperity: The Role of Parliament.  Hal ini membuktikan Isu-isu perdamaian, keamanan dan kesejahteraan masih menjadi prioritas utama dalam masyarakat internasional.(*)



Source link