Guru harus jadi pandu "kids jaman now"



Guru harus jadi pandu “kids jaman now”

Guru harus jadi pandu "kids jaman now"
Mensos usulkan perubahan istilah panti jadi rumah-harapan
Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat kekurangan guru
Mensos : Konsep pemberdayaan masyarakat cegah kemiskinan
Wapres: pemerintah upayakan kebutuhan guru tercukupi
Kemensos salurkan bantuan longsor Brebes Rp1,1 miliar
Mensos minta masyarakat berani lapor masalah Bansos
Kemensos salurkan bantuan korban banjir Cirebon
Mensos mengupayakan modifikasi bansos
Bansos tahap pertama tuntas Februari
Warga huni lahan proyek, depo LRT Tambun terhambat
Pameran ICPF di Kuala Lumpur catat transaksi Rp10 miliar
Pariwisata Kulon Progo yang maju pesat mesti didukung SDM profesional
Surabaya (ANTARA News) – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan guru harus bisa jadi pemandu bagi anak muda generasi masa kini atau yang biasa disebut “kids jaman now”.

“Yang senior terutama guru harus bisa memangkas jarak dengan anak muda agar bisa menurunkan nilai kepahlawanan dan keperjuangan kepada “kids jaman now”,” kata Khofifah saat menjadi pembicara di Seminar Pendidikan Nasional di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Sabtu.

Hal itu, kata dia, selain untuk menurunkan nilai kepahlawanan juga untuk mwmbimbing mereka masuk pada industri kreatif agar bisa berinteraksi dengan seluruh produktivitas bangsa.

“Jadi apa yang ada dalam pikiran, olah pikir, olah rasa dan bagaimana proses kreatif yang mereka bangun memang perlu ada pemandu dari mulai guru SMP, SMA dan perguruan tinggi, apalagi yang punya prodi secara khusus ekonomi kreatif, harus masuk lebih ke integralnya tidak hanya pada bidang ajarnya, tapi harus masuk pada sisi bagaimana interaksi di antara pemikiran-pemikiran anak-anak muda,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, memang itu menjadi sesuatu yang baru. Generasi tua seperti dirinya, sudah harus mau melakukan adaptasi lebih mendalam bagaimana untuk mengetahui “kids jaman now” membutuhkan ruang kreasi seperti apa, jejaring yang mereka lakukan seperti apa sehingga semua akan menyatu kepada aktivitas bangsa ini.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rahman mengatakan pada seminar itu ditekankan kepada guru dalam pembentukan karakter siswa.

Sebagai seorang transformer, lanjut dia, guru diwajibkan memberikan pembiasaan-pembiasaan positif pada siswa di lingkungan sekolah. Tak hanya lingkungan sekolah tali juga lingkungan sekitarnya.

“Jadi sekolah harus berinteraksi pada lingkungan masyarakat di sekitar sekolah dan tempat-tempat tertentu. Mungkin anak-anak diajak bakti sosial agar anak-anak bisa memberikan contoh pada masyarakat berkaitan dengan perubahan karakter,” katanya.

Pewarta:
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2017



Source link

YOU MAY ALSO LIKE

gowes-sekulaan-jedak-lomba-balap-sepeda-sambil-berwisata-jelajahi-desa-kutai-lama_20180502_182755.jpg
Masyarakat Palangkaraya Antusias Ramaikan Sepeda Nusantara 2018
bekraf_20180715_214317.jpg
Bekraf Fasilitasi Ghost Parade ke Ajang Game Connection America 2018
ahmad-adly-fairuz-caleg-partai-nasdem-2019_20180715_000659.jpg
Serius Terjun Ke Dunia Politik Ahmad Adly Fairuz Kini Sibuk Bersosialisasi Ke Daerah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *