TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Libur Lebaran 2018 bakal lebih asyik karena cuti bersama yang panjang. Pemerintah sudah menetapkan cuti bersama Lebaran mulai 11-20 Juni.

Wakil Ketua Umum Bidang Kelautan dan Perikanan Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Yugi Prayanto mengatakan, libur panjang Lebaran membawa banyak keuntungan untuk semua pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha.

Selain memiliki lebih banyak waktu untuk bersilaturahim bersama keluarga, libur panjang juga membuat masyarakat lebih leluasa mengatur rencana liburan atau berkumpul bersama keluarga.

Baca: Kata Tim Sukses, Abraham Samad Deklarasi Capres Secara Sederhana Karena Tak Dibiayai Cukong

“Pasti semua lokasi wisata akan dipadati orang di saat libur panjang nanti,” kata Yugi, Senin (7/5/2018).

Yugi menyampaikan, bukan hanya objek wisata yang akan meraup keuntungan karena dibanjiri pengunjung, tetapi juga bisnis penginapan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga agen perjalanan.

“Karena melihat libur yang sangat panjang tersebut, masyarakat sudah merencanakan waktu liburan bersama keluarga jauh-jauh hari,” ujarnya.

Dia menegaskan, dampak positif libur panjang pada pariwisata akan berdampak juga pada hal lainnya, aspek sosial dan ekonomi.

“Karena sektor pariwisata ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan dari pelaku usaha lainnya baik kuliner, kerajinan, dan sebagainya,” jelasnya.

Pemerintah telah menetapkan penambahan cuti bersama saat Lebaran selama tiga hari melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri terkait dengan Revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2018.



Source link