Pemkab Gunung Kidul perbaiki sistem transportasi kota, wisata KKP harapkan bantuan pemerintah digunakan optimal nelayan Gunung Kidul (EKRAF News) – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan perbaikan sistem transportasi dalam kota, guna meningkatkan minat masyarakat dalam menggunakan angkutan umum.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gunung Kidul Syarief Armunanto di Gunung Kidul, Minggu, mengatakan langkah pertama yang dilakukan pemerintah terkait wacana ini adalah dengan membangun sistem pemusatan pemberhentian bus di lokasi rest area.

"Kemudian dari situ masyarakat diberdayakan untuk mengantarkan hingga ke lokasi wisata yang hendak dituju menggunakan angkot. Kami dengan wacana tersebut, selain bisa mengurangi kemacetan terutama di jalur wisata juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat seiring dengan berkembangnya pariwisata Gunung Kidul," kata Syarief.

Ia mengatakan bahwa untuk mengurangi kemacetan di jalur wisata yang ada memang belum ideal. Namun pada tahun ini sudah ada pembebasan lahan untuk mengatasi hal tersebut.

Kalau untuk jalur alternatif rencananya sudah dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP), Gunung Kidul dan Dinas Tata Ruang Gunung Kidul. Di kawasan menuju wisata pantai. Beberapa jalur alternatif lain di Gunung Kidul juga sudah ada sebenarnya," kata Syarief.

Selain itu, pemkab juga sudah mewacanakan pelarangan bus-bus besar masuk kedalam kawasan wisata. Sehingga wisatawan ke depan dialihkan ke angkutan yang disediakan pemkab.

"Kami juga bisa menghidupkan kembali angkot yang saat ini sudah tidak laku, kembang kempis, kenapa tidak dicoba dihidupkan lagi," imbuh dia.

Ketua DPRD Gunung Kidul Suharno mengatakan saran yang diberikan oleh DPRD Gunung Kidul dalam rapat paripurna kepada Dinas Perhubungan untuk peningkatan kenyamanan berkendara. Diantaranya yang disoroti ialah perlu adanya angkutan umum yang murah. Sehingga DPRD Gunung Kidul memberikan rekomendasi untuk pemberian subsidi dan kemudahan pengusaha angkot.

"Untuk mengurangi kepadatan lalu lintas dalam kota, perlu diprogramkan angkutan umum murah dan nyaman serta tepat waktu," katanya.

Ia mengatakan jalur menuju daerah pariwisata masih belum siap untuk mengatasi kemacetan, khususnya jalur alternatif.

Akses jalur alternatif menuju daerah wisata segera direalisasi," katanya.



Source link