Restorasi “rumah gadang” ditender ulang Restorasi "rumah gadang" ditender ulang Padang Aro (EKRAF News) – Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Sri Hartoyo menyebutkan rencana melaksanakan tender ulang untuk pemugaran "rumah gadang" di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, karena pada penawaran tender sebelumnya pesertanya kurang dari tiga.

"Soal tender, bukan dibatalkan tapi yang memenuhi syarat kurang dari tiga. Jadi akan diulang dan dilakukan secepatnya," ujarnya ketika meninjau rumah gadang yang akan dipugar di Kawasan Saribu Rumah Gadang, Kabupaten Solok Selatan, Selasa (1/5).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan melakukan revitalisasi total kawasan Saribu Rumah Gadang di Nagari Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, salah satunya melakukan restorasi rumah adat Minangkabau, Rumah Gadang.

Revitalisasi total kawasan Saribu Rumah Gadang dicanangkan langsung oleh Presiden Joko Widodo ketika menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional 2018 di Padang, Sumatera Barat, pada Februari lalu.

Sri Hartoyo menyebutkan salah satu syarat yang belum dipenuhi oleh peserta tender terkait kesiapan desain. "Desain harus kami pastikan bahwa sesuai dengan kaidah-kaidah sosial budaya," ujarnya.

Karena dalam menangani cagar budaya harus seksama agar tidak merusak kondisi sosial budaya, pasalnya tujuan utama restorasi adalah melestarikan budaya masyarakat Minangkabau.

"Nantinya kami harapkan juga ada dampak ikutannya, yakni masyarakat bisa andil dan ketika ada pengunjung yang datang, mereka akan bertanya ke masyarakat. Itu bisa menjadi potensi pariwisata," ujarnya.

Rumah Gadang menyimpan kejayaan masa lalu, generasi muda diharapkan amengetahui bahwa nenek moyangnya memiliki budaya yang tinggi.

"Ketika merenovasi rumah ini harus sesuai dengan seni arsitektur yang ada. Apa maksudnya bentuknya seperti ini, ornamennya seperti ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, rumah gadang yang direstorasi tersebut telah dihibahkan kepada pemerintah daerah sehingga menjadi aset pemda, namun pemanfaatnya bisa dilakukan oleh masyarakat atau kaum pemilik rumah tersebut.

Pejabat Wali Nagari Koto Baru Yuhelman R menyebutkan salah satu kendala yang muncul saat akan dilakukan restorasi tersebut adalah kurangnya sosialisasi dari pemerintah kabupaten.

"Tapi masalah itu sudah tuntas terbukti sudah 51 kaum atau masyarakat yang menghibahkan rumah gadang mereka untuk direstorasi," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah membentuk Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang akan mengelola objek wisata yang adanya di daerah itu mengingat kawasan Saribu Rumah Gadang merupakan ikon pariwisata kampung adat Solok Selatan.

Baca juga: Presiden canangkan revitalisasi kawasan 1.000 rumah gadang



Source link